“Kamar 201 Mas”, katanya sambil menyorongkan kunci kamar. Terlalu riskan untuk didekati, apalagi pramugari baru seperti mereka.Kebanyakan mereka bersih. Bokep Montok “suamimu?”, tanyaku. Wajahnya memang manis, Noni masih kalah karena yang ini lebih dewasa face-nya. Lidah kami bermain di sana. Dalam hati aku bertanya, kok tumben ngobrolnya lancar gini. Ana tersenyum, jelas terlihat nafasnya yang ngos-ngosan karena deg-degan, matanya tak lepas memandangku. Kuturuti semua pesannya, “Nurut aku ya Nov, kamu diem aja, kalo gak bisa nahan ikutin naluri aja, jangan mikirin apa-apa, jangan pake teori… sekarang diem dan nikmatin aja…”. Sementara Captain Frank (instruktur terbangku yang funky dan hobby tidur saat pesawat telah level di puncak ketinggian) masih terdengar dengkurnya yang nyaring. “Ana.., kalo Mas?”
“Nanti di telepon aja, dinding-dinding sini bertelinga”, kataku sok




















