Dari tadi aku menunggu. Bokep Cina Sebel aku mendengarnya. Lalu secara serentak mulut Nasir dan istrinya terbuka dan seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba mereka saling menatap dan menutup kembali mulutnya seolah mereka saling mengharap untuk memulai, namun malah mereka ketawa terbahak, yang membuatku heran dan memaksa juga ketawa.“Begini Nis, mungkin pertemuan kita ini benar ada hikmahnya, sebab kebetulan sekali kami butuh teman seperti kamu di rumah ini. Belum aku sempat menemukan alasan tepat, maka“Nis, masih ingat janjimu tadi malam? Tapi aku lebih seneng jika kamu memanggil aku adik” katanya santai.“Oke kalau begitu maunya. Belum aku temukan pekerjaan, tiba-tiba kita ketemu tadi setelah dua hari aku ke sana ke mari.Mungkin pertemuan kita ini ada hikmahnya.




















