Memandang senyumnya saja seakan mampu memadamkan setiap lampu kota yang ada di bawah sana. Bokep STW Kami duduk di teras, menikmati semilir angin pagi Jakarta yang masih belum terkotori debu polusi, ketika Revy memulai ucapannya, “Ryo, I’ve been thinking about us.., dan Revy tidak bisa hidup begini terus”. Iseng kusibakkan tumpukan CD yang berserakkan di karpet. Lumayan lah, malam libur seperti ini ada juga yang bisa dikerjakan. Perih yang selama ini kadang kurasakan juga saat ingatanku melayang ke masa-masa yang lalu, at the time when I gave my best love for someone, but she felt still not worth enough….Tiba-tiba tangan Revy melingkar di tubuhku. Kita menjadi semakin akrab, seperti seorang anak kecil yang tidak mau lepas dari mainan favoritnya yang telah lama menghilang.




















