“Iya.”
“Sungguh, Ray?” Chie mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang di sela air mata yang mengaliri pipinya. terima kasih,” suaranya terdengar sendu, “Kamu?”
“Aku sudah menimbang-nimbang,” jawabku. Bokep Hot Bule? Chie lalu bercerita pada Jay mengenai acara pernikahannya dengan anak rekan bisnis ayahnya dari Australia untuk menyambung eksistensi bisnis peninggalan ayahnya. Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. “Chie..” desahku. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Ironis. Chie memanfaatkan salah satu prinsipku, yaitu bahwa aku takkan berhubungan seksual terang-terangan dengan gadis yang masih perawan, sehingga ia mencoba membuatku percaya bahwa ia sudah tidak perawan lagi. “Jay, Chie menyuruhku ke sini. Meninggalkan…
“Ray,” Jay berseru di belakangku, “Ingat, sobat. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan.




















