Hahaha.Dia ikut tertawa.Aku
mengambil rokok dari saku depan kemejaku, menyalakannya. Kami berdua pindah ke bangku tengah Kijangku. Bokep Korea Kami terus
bercakapcakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan.Waktu terus berlalu. Aku
maklum, karena tahu latar belakang pemimpin yang mereka maksudkan itu.Eh, nama kalian siapa? Tanyanya polos.Kamu selingkuh juga. Nadanya jadi lain, agakagak sendu.Tidak ikut tadi?Nggak.Kenapa?Lagi marahan aja.Wah.., gawat nih.Biarin aja.Kenapa emangnya?Dia ketangkap basah selingkuh dengan temanku, tapi tidak mengaku.Perang, dong?Aku marah! Aku pun merasakan nikmat yang luar
biasa. Kami
pun setelah itu menuju kostku, kembali memadu cinta. Pulang lho! Tapi photo kita duluNah darisinilah berawalMereka beraksi saat kuarahkan kameraku kepada mereka. Tanyaku.Sudah. Politik? Kami terus
bercakapcakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan.Waktu terus berlalu. Jawabku asalasalan.Bener?Iya. Tanyaku, Aku Ray.Saya Diana. Jangan didiemin aja.Gimana caranya?




















