Aku duduk di belakang, tempat favorit.Jendela kubuka. Bokep Live Aku masihmematung. Kini ia pindah ke paha,agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatkusekilas. Tapi mengelapdengan handuk hangat sisasisa cream pijit yang masihmenempel di tubuhku. Ah apa saja. Ia hanyamenampakkan diri separuh badan.Mbak Wien.., aku mau makan dulu. Dia mau pulang dulu ngeliat orangtuanya sakit katanya sih begitu, kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, Terus dong Yang.Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..! Ah. Aku tidak menjepit tubuhnya.Tapi kakiku saja yang seperti memagari tubuhnya. Karena itulah, tidakakan hadir kesempatan ketiga. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Ciut. Ya nggak apaapa, katanya menjawab telepon.Siapa Mbak..? Ia tidak bercerita apaapa. Ia terusmengelap pahaku. Makin lama makin jelas.




















