Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. Bokep Arab “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Mukaku terasa panas. “..Erik? Tubuh Erik mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Kenapa? Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special.




















