Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Bokep Indonesia Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil.

















