“ga apa2,kim..mas juga dulu gitu”,ujarku santai.Nakim pun tersenyum lagi dan mengangguk pelan. Namun karena jadwal kerjaku, aku tak bisa memenuhi undangannya.Dan terakhir kali kudengar, Nakim sudah beranak dua.Kusampaikan kabar baik itu ke istriku. Bokep Family Istriku pun ikut tertawa dan kembali mencubit perutku. “iya, jadi si Nakim males kerja,malah kepengen kawin”,jwb istriku lagi.Aku pun tertawa sambil mendekap tubuh istriku. Sampai dirumah, Nakim spt biasa membukakan pintu,menyambut kami dgn santunnya. Baru kemudian kembali ke kamar dan tidur.Selang seharian aku tetap berangkat kerja seperti biasa sehingga blm sempat menanyakan kesan dan komentar Nakim atas kejadian semalam. Tak segan sesekali kuremas dgn lembut dada istriku utk meyakinkan Nakim bhw obat perangsang yg ia taruh dalam teh manis tadi sudah bekerja.Kuberi isyarat agar Nakim mendekat, ia pun




















