Sekitar 10 menit menunggu di lobby, Amei tiba diantar oleh rekan yang kelihatannya juga sebaya yang tadi kulihat dia mengantar kopi untukku. Bokep Korea “ Disini apa yang enak,” tanyaku mulai melepaskan kalimat pembuka, kalimat itu kata Pak Mertino adalah juga semacam password. Aturan di situ, kita tidak bisa langsung nenteng pilihan kita. Sebenarnya jika waktunya cukup aku ingin melakukan lagi, tapi butuh waktu interval lebih lama. Dia tidak banyak cakap seperti Amei kemarin. Aku diperlakukan begitu tidak mampu bertahan lama dan jebollah pertahananku.Amei paham aku telah memuntahkan spermaku di dalam rahimnya. Akhirnya aku memesan sepiring gudeg ditambah pecel, air mineral dan kopi. Tujuan pertama pasti wisata kuliner, dan tujuan berikutnya adalah mencari yang bening-bening.




















