Kedua lengannya terbuka saat aku berhadap-hadapan dengannya. “Selanjutnya, aku menyuruhmu terlelap.” Ia lalu berhenti menyisiriku, kemudian memelukku. Bokepjilbab “Apa kerjamu tadi?”
“Di sebuah perusahaan distributor material bangunan.”
“Oh ya, aku lupa. “Aku suka,” bisiknya sekali lagi. Akhirnya aku menawarkan untuk mengantarnya pulang. Aku tak bermaksud membuatmu tersinggung.”
Ia menatapku. Entah berapa lama kami berpagutan, dengan kedua lenganku memeluk tubuhnya. “Ada apa?” tanyaku. Ia menjambak rambutku. Aku mengambil tempat satu sekat kursi dari tempat ia duduk. Kikuk, kuraih tangan kanannya dengan jemariku. Kupandang wajahnya.










