Setelah ganti baju aku keluar kamar. Bokep India Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Aku mengangguk.Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.“Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak. Hari itu juga jantungku berdebar. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar.“Capek Dek Iwan?”, tanyanya.“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Melihat mereka dari kejauhan. “Aku keluar wan”Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku.




















