“Dan Bapak jadi suami kedua aku…” sambung Bu Evi.“Tadi kok enak sekali ya Pak?” tanya Bu Evi dengan wajah menunjukkan kepuasan. Dan kuraih pinggangnya, sampai berada di atas tempat tidur yang lumayan besar.Lalu kami bergumul di atas tempat tidur. Bokeb Gerakan pantatnya makin lama makin dominan. Kami bukan ABG lagi. “Aku pasti ketagihan Pak….soalnya punya Bapak panjang gede gitu…”Kata-kata Bu Evi itu membuat napsuku bangkit lagi. Rok bawahnya tidak dikenakan lagi, sehingga pahanya yang putih mulus itu tampak jelas di mataku.Aku bangkit menyambutnya dengan pelukan hangat,
“Bu Evi cantik….muahhh…” kataku diakhiri dengan kecupan hangat di pipinya. “Kita kok bisa tiba-tiba begini ya?” cetus bu Evi waktu sudah mengenakan pakaiannya lagi. Setengah duduk ia menaik turunkan pinggulnya, sehingga aku cukup berdiam diri, hanya sesekali




















