Aku sudah tak ingat apa-apa lagi. Bokepjilbab Waktu aku pamit, Bu Bekti masih dalam keadaan telanjang bulat berdiri di depan kaca menyisir rambut. Uh! Dulu, ya, waktu kami mau mulai berumah tangga sepakat untuk punya dua saja. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan lebih mesra lagi dengan suaminya, tetapi jangan bilang, lho, dari saya.” “oo.., ya, ndak, toh, Jeng. Mmh. Kasihan, lho, mungkin sejak dulu dia mengharapkan seorang adik.”
“Ya, mudah-mudahan lah, Jeng. Tidak seperti milik saya, lurus-lurus dan lembut.”
Dengan agak malu Bu Bekti membolehkan, “Yaa.. Jeng Mar ini ada-ada saja, ah”, sambil tertawa.




















