Di arah jam 2 kami melihat sekumpulan food stall. Aku agak yakin, karena Bode pernah menerapkan “ilmu” tebar pesona di Teheran, dan berhasil. Bokepjilbab Dia diam saja malah ngelendot.Aku menciuminya dari belakang, rambutnya wangi.Tanganku tanpa basa basi meremas kedua payudaranya yang tidak terlalu besar. Sambil bersandar di wastafel aku secara bertahap menelanjangi, sampai tinggal celana dalamnya. Kami sempat foto-foto dulu di depan gambar Ketua Mao di pintu utama Kota terlarang.Beberapa kali kami melambai taksi, tapi tak satu pun mau berhenti. Tidak ada tanda-tanda yang bisa dibaca dalam huruf latin. Lalu tanganku menyelusup ke dalam. Eh bener juga karena nggak lama kemudian keduanya menoleh kebelakang dan tersenyum ke kami.Nah setengahnya kurang yakin karena kami tidak bisa bahasa Mandarin, lantas bagaimana caranya “menghasut” cewek




















