Hap. Lha wong Mbak Iin menutupi wajahnya begitu. Bokep Barat Sekali. Dari jarak yg dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Ia cukup lama bermain-main di perut. Aq lupa kelamaan menghitung kancing. Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aq masih terbayang-bayang wanita yg di lehernya ada keringat. Langkahku semangat lagi. Bayar arisan. Tdk terlalu ayu. Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Kalau kini aq berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yg membasahi leher, pasti karena aq terlalu terbuai lamunan. Tdk pasang wajah perangnya.“Kayak kemarinlah..,” ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya.Begitu kebetulankah ini? Ia menekan-nekan agak kuat. Pasti terburu-buru. Anggap




















